Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ruh Pemilik Kehidupan

Kalau “ruh” adalah entitas yang menggerakkan tubuh dan pikiran Anda, sumber dari kehendak bebas, dan merupakan “Aku” di dalam tubuh kita, lalu ke mana “ruh” kita semua ketika kita masih berusia di bawah tiga tahun?


Pada umumnya orang tidak bisa mengingat tentang apa yang terjadi di sekelilingnya pada saat usianya di bawah tiga tahun. Mungkin sebagian besar di antara kita berpikir bahwa kita tidak ingat karena kejadian itu sudah lama, namun faktanya, hasil survei menyebutkan bahwa orang berusia 50 tahun bisa dengan mudah mengingat kejadian-kejadian yang melibatkan dirinya di usia 15 tahun, tapi anak remaja berusia 15 tahun tidak bisa mengingat kejadian yang melibatkan dirinya di usia dua tahun. Tidak ada seorang pun di bumi yang ingat rasanya berada di dalam kandungan atau rasanya ditarik keluar oleh bidan melalui jalan lahir ibunya. Bukannya jeda waktu 35 tahun lebih panjang daripada 13 tahun? Mengapa orang bisa mengingat kejadian 35 tahun silam meski samar tapi tidak untuk kejadian yang relatif baru kalau terjadinya di saat orang yang bersangkutan belum berusia tiga tahun?

Kalau bayi diasumsikan memiliki ruh sejak pembuahan, lalu di mana ruhnya, yang berkuasa atas tubuh, sumber kehendak bebas dan kesadaran, itu berada ketika bayi belum berusia tiga tahun? Siapa yang menggerakan badan kita ketika kita masih bayi? Kenapa kita tidak ingat? 

Dari sini bisa kita ambil kesimpulan bahwa apa yang membuat orang tidak ingat tentang kejadian dirinya tidak ada sangkut pautnya dengan memudarnya memori, tapi lebih kepada belum terbentuknya konsep tentang ‘aku’ atau ‘diri’ dalam benak bayi baru lahir. Konsep tentang ‘diri; atau ‘aku’ adalah fenomena yang muncul seiring proses perkembangan otak bayi pada beberapa tahun pertama kehidupannya di luar rahim. 

Tanpa otak yang berkembang matang di bawah pengaruh gen dan interaksi sosial, apa yang kita persepsikan sebagai ‘diri’, ‘aku’, atau ‘ruh’ tidak pernah muncul di benak. Kita bukanlah diri kita ketika masih berusia kurang dari tiga tahun. Tanpa konsep ‘diri’ sebagai titik acuan atau referensi tentang kejadian yang ada di sekitar diri kita, wajar kalau memori tentang kehidupan di usia sebelum tiga tahun tidak pernah ada di dalam benak manusia pada umumnya. 

Lagipula mengatakan bahwa tubuh dan pikiran kita digerakkan oleh ruh tidak menjawab pertanyaan apapun, tapi malah mengundang pertanyaan selanjutnya: siapa atau apa yang menggerakkan ruh itu? Apakah ada ruh di dalam ruh? Ada apa di dalam ruh yang ada di dalam ruh itu tadi? Ruh yang lain lagi? Demikian seterusnya seperti boneka Matryoshka Rusia di bawah ini.