Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ingin anak Pintar Seperti Orang Jepang? ini caranya

Sekolah-sekolah di Jepang itu menerapkan tradisi Gakko Kyushoku (給食), yaitu memberikan makan siang pada anak-anak di sekolah mulai sejak TK. Menunya sudah diatur agar sebagian gizi anak tercukupi.

Menunya berganti-ganti antara daging, ikan, atau telur. Sayuran fermentasi seringkali ada di menu. Begitu juga susu sapi selalu ada.

Tradisi makan siang untuk anak sekolah ini dimulai sejak tahun 1889. Saat itu para biksu Buddha di Kota Tsuruoka, Prefektur Yamagata melihat kalau anak--anak yang datang ke sekolah tidak semuanya membawa bekal makan sebab tidak semua berasal dari keluarga yang mampu.

Para biksu Buddha membuatkan makan agar semua anak mendapatkan gizi yang cukup selama belajar. 

Tradisi ini banyak dicontoh sekolah di kota-kota lain dan akhirnya diadopsi sebagai bagian dari program pemerintah Jepang saat itu untuk menjamin kecukupan gizi pada anak-anak sekolah dan mencegah stunting. 

Bayangkan, di abad ke-19, pemerintah Jepang sudah menganggap masalah gizi anak adalah bagian tak terpisahkan dari program mencerdaskan generasi penerus bangsanya.

Sementara di abad 21 ini masih banyak masyarakat kita sendiri mencibir kalau dinasihati seputar arti pentingnya nutrisi di masa tumbuh kembang anak.

Pantas saja dari data tahun 2019, 54% angkatan kerja Indonesia termasuk penyintas stunting. Lihat saja bagaimana respons orang-orang ketika ada yang mengkritik bahwa atlet kita kurang gizi karena cuma makan nasi kotak yang gizinya kurang bagus.

Kalau cuma sekadar hidup, anak diberi makan nasi kemarin plus micin juga hidup kok, tapi jangan harap bisa mudah konek kalau diajak mikir.

Sumber: Hendy Wijaya