Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pendidikan Karakter Anak Bangsa Melalui Permainan Tradisional

Pendidikan Karakter Anak Lewat Permainan Tradisional, Bermain diluar rumah bersama teman – teman saat ini sudah mulai ditinggalkan. Anak – anak yang hidup di masa kini lebih menyukai bermain dengan teman virtual di permainan yang tersedia di hp maupun pc. Sebenarnya banyak sekali permainan yang dapat meningkatkan kreativitas. Salah satunya yaitu permainan tradisional. Permainan tradisional termasuk peninggalan para leluhur dan juga aset budaya yang dapat digunakan untuk pendidikan karakter anak usia dini.


Bermain memiliki banyak manfaat penting, dari bermain anak mulai memiliki rasa sensitif. Selain itu dengan bermain permainan tradisional anak dapat mengembangkan kemampuan mulai dari fisik motorik, kognitif, bahasa, sosial emosional, konsep diri, disiplin, seni, moral, serta nilai keagama.

Sisi Positif yang Terdapat pada Permainan Tradisional

  1. Alat permainan yang dibuat daru bahan alam
  2. Berperan aktif dalam upaya pelestarian permainan tradisional
  3. Membentuk aspek motorik – sensorik, daya lentur, daya tahan.
  4. Mengembangkan imajinasi dan kreativitas, strategi, antisipatif, dan mempelajari berbagai cara pemecahan masalah.
  5. Melatih pengendalian diri.

Contoh Pendidikan Karakter Anak

  • Gobag sodor, ialah permainan yang dimainkan oleh dua tim (penjaga dan pemain). Setiap orang yang berada pada tim penjaga membuat penjagaan yang berlapis. Sedangkan tim pemain, harus mencari cara agar dapat lolos dari para pemain penjaga.
  • Pendidikan karakter yang dikembangkan dalam permainan gobag sodor tersebut ialah kecerdasan / strategi, ketangguhan, belajar mengenai hak serta kewajibannya, serta tanggung jawab didalam perannya masing – masing tim.
  • Ular naga, ialah permainan yang dimainkan oleh 8 orang dengan 2 orang menjadi penangkap dari 2 orang yang terbelakang. Pendidikan karakter yang dikembangkan dalam permainan ini adalah disiplin, hormat dan santun, rendah hati, dan kerja keras.
  • Kelereng, ialah permainan yang sedikitnya bisa dimainkan hanya dengan 2 orang saja. Cara bermain permainan ini adalah memasang umpan kelereng, dan tugas kita adalah mengenai kelereng lawan sebanyak banyaknya. Pendidikan karakter yang dikembangkan dalam permainan ini adalah jujur, kerja keras, dan juga tanggung jawab.
  • Petak umpet, ialah permainan yang dimainkan secara berkelompok. Semakin banyak pemain, maka permainan ini akan semakin seru. Salah satu pemain dari permainan ini harus menjadi pencar teman tenam yang sedang mengumpet. Pendidikan karakter yang dikembangkan dalam permainan ini adalah jujur, berani mengakui kekalahan, disiplin.
  • Lompat tali, ialah permainan yang dimainkan oleh dua orang atau lebih dengan cara melompat dari batas tali yang dipasang. Pendidikan karakter yang dikembangkan dalam permainan ini adalah disiplin, tanggung jawab, rendah hati, berani mengakui kekalahan.

Bermain sambil Belajar

Saat sedang bermain bersama teman – teman ini, anak – anak tertawa, saling bercerita, menyapa, marah, menangis, dan banyak ekspresi anak yang tertuang didalamnya. Didalam permainan tradisional banyak sekali nilai – nilai baik yang terkandung. Seperti mengajarkan untuk disiplin, mematuhi aturan, rendah hati, saling bertegur sapa sesama teman, berani mengakui kekalahan, jujur, dan tentunya masih banyak lagi.

Mari kenalkan anak – anak di zaman sekarang ini dengan permainan tradisional yang bisa membentuk pribadi mereka menjadi pribadi yang baik. Karena didalam permainan tradisional itu banyak sekali nilai – nilai baik yang terkandung didalamnya. Seperti mengajarkan untuk disiplin, mematuhi aturan, rendah hati, saling bertegur sapa sesama teman, berani mengakui kekalahan, jujur, dan tentunya masih banyak lagi.

Bentuk karakter anak bangsa menjadi karakter yang baik, agar besar nanti juga menjadi pribadi yang baik atau bahkan lebih baik lagi.