Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

7 Nilai Karakter yang Harus Dimiliki Peserta Didik

Nilai Karakter Wajib yang Harus Dimiliki Peserta Didik. Salah satu hal yang menjadi tujuan pendidikan nasional adalah terbentuknya karakter peserta didik yang unggul. Tidak bisa dipungkiri, bahwa nilai karakter wajib memang menjadi hal yang paling penting dan harus dimiliki setiap peserta didik. Tanpa karakter yang baik, maka akan timbul banyaknya permasalahan dan kurangnya penerimaan, baik di lingkungan keluarga, sekolah, masayarakat atau bahkan ketika di dunia kerja.

Pengertian Karakter

Karakter adalah sifat atau perilaku yang dimiliki seseorang yang mana terbentuk karena faktor lingkungan keluarga, masyarakat, dan bisa terbentuk karena memang bawaan sejak lahir sehingga bisa mengidentifikasi orang tersebut. Jadi ada beberapa hal yang mempengaruhi karakter dari peserta didik.

Hal yang harus diperhatikan, mengingat bahwa karakter peserta didik bukan hanya karena faktor bawaan sejak lahir. Yaitu, perlunya penanaman karakter sejak dini dimulai dari lingkungan keluarga. Orang tua harus menjadi teladan yang baik bagi anaknya serta menerapkan pola asuh yang tepat. Tidak hanya dari orang tua, namun biasanya lingkungan tempat tingggal akan sangat mempengaruhi karakter peserta didik. Maka dari itu pengawasan orang tua terhadap anak juga harus lebih intens, agar anak tidak terpengaruh hal buruk yang bisa mempengaruhi karakternya.

7 Nilai Karakter Wajib yang Perlu Dimiliki

Begitu pentingnya karakter dan peran orang tua dalam menanamkan pendidikan karakter. Jadi apa saja karakter yang harus dimiliki peserta didik. Ada 7 karakter yang harus dimiliki peserta didik, antara lain:

1. Religius

Karakter religius yaitu dengan beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Banyak permasalahan yang ada, dan timbul karena kurangnya pemahaman terhadap agama. Karakter religius harus dimiliki oleh peserta didik, karena hal tersebut menjadi dasar untuk mereka bertingkah laku. Ketika seseorang mengetahui batasan-batasan yang harus dilakukan, dan tidak sebaiknya dilakukan, maka perilakunya akan terkendali dengan baik.

2. Disiplin

Disiplin adalah perilaku kepatuhan, ketaatan, keteraturan yang harus dimiliki peserta didik. Sikap disiplin yang sudah ditanamkan sejak dini akan menjadi karakter yang baik untuk peserta didik. Misalnya dengan pembiasaan disiplin bangun pagi, maka anak akan terbiasa bangun pagi dan siap menjalankan aktivitas sehari-hari. Berbeda dengan anak yang tidak biasa diajarkan bangun pagi, maka anak tersebut akan memiliki kebiasaan bangun siang yang akan menghambat aktivitas sehari-hari. Disiplin ditandai dengan perilaku bisa melakukan pekerjaan dengan tertib dan teratur serta mematuhi dan taat terhadap aturan yang berlaku.

3. Kejujuran

Menurut kamus besar Bahasa Indonesia kejujuran adalah sifat lurus hati, tidak berbohong, mengatakan apa adanya serta tidak berlaku curang dan mentaati peraturan yang berlaku. Perilaku jujur ini harus diterapkan sejak dini, agar menjadi karakter yang melekat. Anak yang melakukan kebohongan satu kali dan tidak ada yang menegur perilaku bohong tersebut, kemungkinan akan melakukan kebohongan selanjutnya. Maka dari itu perlu ditanamkan perilaku kejujuran akan anak terbiasa berkata dan bertindak secara jujur.

4. Tanggung jawab

Menurut Hartono (1992: 159) tanggung jawab adalah sikap atau tindakan dimana seseorang wajib dan siap menanggung segala sesuatunya atas apa yang telah menjadi perilakunya. Hal tersebut sangat penting dimiliki oleh peserta didik, karena perilaku tidak bertanggung jawab atas hal yang dilakukan akan merugikan orang lain bahkan juga merugikan dirinya sendiri. Sebagai contoh peserta didik yang diberi tugas oleh gurunya, mereka yang bertanggung jawab akan menyelesaikan tugas dengan tepat waktu, namun mereka yang tidak bertanggung jawab akan mengabaikan tugas dan berdampak pada nilainya sendiri.

5. Sopan santun

Dalam kamus besar Bahasa Indonesia, sopan santun adalah tindakan yang mencerminkan kehalusan budi pekerti dan kelembutan tingkah laku, menaruh rasa belas kasihan dan suka menolong. Sopan santun menunjukkan perilaku manusia yang beradap. Sopan santun harus dimiliki oleh peserta didik karena penting sekali diterapkan dalam kehidupan. Perilaku sopan santun ini bisa ditanamkan sejak dini dari lingkunga keluarga. Orang tua yang harus berperan dalam penanaman nilai karakter sopan santun ini.

6. Menghormati Salah Satu Nilai Karakter Wajib

Perilaku menghormati orang lain menunjukkan keluhuran budi. Karakter ini harus dimiliki oleh peserta didik. Menghormati orang lain berarti hormat dan tidak meremehkan orang lain. Orang lain biasanya akan bertindak sesuai dari apa yang mereka terima. Peserta didik yang terbiasa berperilaku menghormati orang lain, akan dihormati orang lain pula.

7. Menghargai

Menghargai orang lain menunjukkan perlaku yang beradap, salah satu dari nilai karakter wajib pada anak. Peserta didik harus dibiasakan untuk bisa menghargai orang lain dan tidak merendahkan siapapun. Perilaku ini bisa ditanamkan sejak dini agar menjadi kebiasaan. Perilaku menghargai tersebut contohnya ketika terjadi perbedaan pendapat dengan temannya di kelas, maka peserta didik yang terbiasa menghargai akan menerima perbedaan pendapat temannya, berbeda dengan mereka yang tidak bisa menghargai temannya, yang terjadi adalah bisa saja malah mencaci temannya.