Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pendidikan Parenting Itu Penting, Yuk Pelajari!

Dalam dunia Pendidikan Parenting Itu Penting, Yuk Pelajari! mari kita belajar bersama untuk kemajuan dirikita dan orang lain:

1. Berlutut dan berbicara dari mata ke mata.

Tidak semua hubungan antara orang tua dan anak dapat berjalan dengan baik. Kurangnya komunikasi dua arah membuat apa yang ingin disampaikan keduanya menjadi seolah-olah bertolak belakang. Hal ini biasa terjadi tidak hanya pada anak balita melainkan pada anak yang beranjak dewasa pula. Jika orang tua memiliki anak balita ada baiknya untuk belajar lebih dalam lagi soal pendidikan parenting. 

Hal ini penting karena terkadang orang tua tidak mengerti apa yang anak mau. Sedangkan sang anak tidak tahu pula bagaimana carannya berkomunikasi yang efektif. Maka dari itu perlu adanya keintiman antara anak dan orang tua. Hal ini bisa dimulai dengan membuka komunikasi dua arah dan saling berhadapan mata. Anak akan merasa dimengerti dan orang tua mudah memahami apa yang diinginkan si anak.

2. Ucapkan secara singkat. Anak-anak akan berhenti mendengarkan jika kalimat lebih dari lima kata.

Seperti khasnya orang tua pada umumnya, mereka kerap memberikan berbagai macam wejangan panjang yang sulit untuk diingat. Anak tidak bisa menerima informasi yang terlalu panjang. Hal ini akan menyusahkan mereka dalam menangkap apa yang dimaksud orang tua. Cukup gunakan kata-kata yang singkat dan efektif maka anak akan mendengarkan dengan baik. Namun, justru sebaliknya, kebanyakan orang tua kerap memberi nasehat berkepanjangan dan berujung pada menyalahkan si anak atau membandingkannya dengan anak tetangga lainnya.

3. Beri pertanyaan daripada menawarkan solusi.

Masa tumbuh kembang anak memang penuh dengan eksplorasi. Rasa ingin tahu yang tinggi jangan sampai pudar. Justru hal ini akan sangat baik tatkala anak memiliki antusias yang berlebih dalam suatu hal. Biasanya anak memang banyak bertanya pada orang tua. Namun, sering kali orang tua kerap memberikan jawaban singkat, padat namun tidak jelas. 

Apapun jawabannya anak harus menurut karena anggapan bahwa orang tua selalu benar itu sudah terpatri lama dalam masyarakat kita. Maka ada baiknya jika orang tua lebih baik memberi pertanyaan yang memancing rasa penasaran si anak ketimbang memberi pernyataan yang tidak jelas kebenarannya.

4. Ganti pujian dengan percakapan. 

Orang tua bisa mencoba dengan menanyakan, “Apa yang paling kamu suka dari gambarmu?” Daripada sibuk memuji gambaran si anak, lebih baik buat anak lebih kritis lagi dan mengerti apa yang sebenarnya ia lakukan. Sehingga daya nalar anak akan berkembang sejak dini. Hal ini akan berpengaruh ketika ia sudah dewasa kelak. Keingintahuan akan membuat anak memiliki critical thinking sejak dini dan berusaha mencari tahu kebenaran dari suatu hal ketimbang menelannya secara mentah-mentah.

5. Daripada bilang “Jangan lari-lari!” lebih baik ucapkan “Jalan aja yuk!”

Untuk para orang tua coba perhatikan ketika sedang berbicara dengan anak. Karena apa yang terlontar dari mulut orang tua adalah cerminan anak dalam melihat orang dewasa yang sesungguhnya. Jika orang tua kerap menghardik dengan kata-kata kasar, maka kemungkinan besar anak akan meniru dan mengimplementasikannya dalam keseharian. Bukan salah si anak melainkan apa yang ia lihat memang sudah seperti itu. Anak hanya melihat siapa yang ada di depan mereka. Mereka melihat orang tua mereka dan berpikir bahwa apa yang mereka lakukan itu benar dan wajar padahal salah.