Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Menelusuri Pentingnya Relasi dengan Stakeholder dalam Dunia Pendidikan di Perguruan Tinggi

Kualitas dari sebuah Perguruan Tinggi ditentukan dari bentuk dan kualitas output Perguruan Tinggi tersebut. Kinerja institusi menjadi salah satu penopang dari baiknya kualitas output yang dihasilkan di kemudian hari. Maka dari itu, dalam bersinergi menghasilkan output yang sejalan dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan mewujudkan visi misi Perguruan Tinggi yang bersangkutan, diperlukan adanya perencanaan yang matang dan tata kelola yang baik sehingga apa yang menjadi tolak ukur dapat dicapai dengan kesiapan yang matang.

Stakeholders bagi Perguruan Tinggi merupakan faktor yang ikut membangun terjaminnya mutu akademik di dalam institusi. Membangun mitra dengan sesama pihak berkepentingan merupakan hal positif yang ikut mendorong terwujudnya visi dan misi bagi masing-masing pihak.

Perguruan Tinggi dengan sesama Perguruan Tinggi, Lembaga Pemerintahan, Lembaga Swasta, Lembaga Internasional, dan Lembaga Industri. Demikian pula untuk menerapkan Tri Dharma Perguruan Tinggi, stakeholders dapat mendukung kegiatan pemberdayaan bagi masyarakat dimana akan tercapainya hasil yang diharapkan dari proses pendidikan, penelitian, dan pengabdian.

Terdapat 7 pilar peningkatan kerja sama di Perguruan Tinggi, diantaranya yaitu mengenai visi, kepemimpinan, sumber daya insani, komitmen, sistem, partisipasi aktif dan akhirnya akan bermuara kepada mutu atau kualitas dari Perguruan Tinggi.

Kinerja akademik yang dirancang untuk menjalin kerja sama dengan stakeholders guna meningkatkan mutu haruslah sesuai dengan kapasitas yang dimiliki oleh Perguruan Tinggi dan sejalan dengan adanya peningkatan kualitas dan kuantitasnya. 

Sebagai institusi yang menjaring dan mencetak generasi yang kompetitif, sudah seharusnya melakukan penelitian dan penerapan pendidikan yang mengacu pada kepentingan masyarakat dan bangsa agar siap menghadapi persaingan global. Maka dari itu, perlu adanya upaya optimal pemanfaatan jejaring kerja sama dengan stakeholders untuk meningkatkan kinerja akademik menuju a world class entrepreneiurship university.

Stakeholders yang memiliki berbagai relasi dan kepentingan dengan suatu program yang akan memberdayakan akademisi akan sangat berpengaruh bagi peningkatan kualitas akademik. Universitas sebagai lembaga pendidikan tinggi mempunyai tanggung jawab untuk menyiapkan masyarakatt yang siap dengan dunia persaingan seiring ditanamkannya nilai akuntabilitas dan profesional dalam bekerja. 

Selain itu perencanaan program dan tata kelola yang baik bisa menjadi prioritas dalam pemanfaatan penjaringan kerja sama dengan stakeholders untuk memperkuat kompetensi dan kualifikasi akademisi. Dengan adanya peningkatan yang signifikan dari segi kualitas sumber daya manusia, maka daya saing institusi pun akan semakin besar dan bermutu di ranah nasional dan internasional.

Dalam pasal 3 Permendiknas Nomor 26 Tahun 2007 menyebutkan bahwa kerja sama bertujuan untuk meningkatkan kinerja Perguruan Tinggi. Kerja sama yang dijalin akan menghasilkan reputasi yang baik dan kepercayaan di masyarakat umum mengenai citra Perguruan Tinggi yang bersangkutan dan stakeholders karena menghasilkan program yang memberdayakan.

Pemanfaatan kerja sama dan membangun relasi dengan stakeholders ini sangat bergunan bagi peningkatan kualitas akademik mengingat efektifnya strategi manajemen yang baik sebagai pusat berkembangnya sebuah institusi. Dengan begitu, seluruh elemen dan komponen di Perguruan Tinggi dapat berintegrasi membangun kerja sama yang saling memberdayakan.

Perguruan Tinggi harus dapat menjamin mutu dari kerja sama antar lembaga dan memberikan hasil positif serta memuaskan dengan layanan jasa yang diberikan. Dengan memperhatikan visi dan potensi yang dimiliki, diharapkan dapat terciptanya jiwa kompetetif yang dapat bersaing di kancah nasional dan internasional. Selain itu, jiwa kepemimpinan yang memiliki tanggung jawab dan berkomitmen dapat berintegrasi menjadi semangat memberdayakan sehingga kualitas dari akademik pun akan meningkat. 

Keberadaan Sumber Daya Manusia yang bermutu masih harus dikembangkan dan ditingkatkan kualitas serta kuantitasnya mengingat hal ini merupakan hal terpenting dalam mengkoordinasikan sistem dan komponen yang tersedia untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Proses yang terpadu dan menyatukan antar unsur yang terkait menjadi penonggak dalam mengembangkan dan memanfaatkan kerja sama dengan stakeholders untuk meningkatkan kualitas akademik.